Artikel & Tips

Sebarkan Investasi Anda!

Mungkin telinga millennials sering mendengar kata-kata,
“jangan menaruh semua telur di satu keranjang”.

Kalau ditanya artinya, pasti bingung. Dalam investasi, kalimat itu dimaksudkan supaya investasi yang
kita lakukan ditaruh di beberapa tempat untuk menghindari kerugian total. Biasanya, cara ini disebut
diversifikasi, atau nama lainnya: penyebaran.

Cara penyebaran investasi ini termasuk taktik mengelola risiko ketika berinvestasi. Kalau ingin
terbayang kondisi seperti apa yang mengharuskan diversifikasi, coba bayangkan kondisi berikut. Kalian
berencana investasi di instrumen saham. Seluruh dana kalian ditempatkan di saham suatu
perusahaan, namun besoknya perusahaan itu bangkrut dan kalian mengalami kerugian bahkan
kehilangan dana investasi. Tapi, bayangkan kondisi jika kalian melakukan diversifikasi: kalian
berinvestasi di beberapa instrumen, yaitu saham dan emas. Dana kalian terbagi ke dalam dua
instrumen tersebut. Jika saham perusahaan itu bangkrut, kalian tidak khawatir karena dana kalian
masih terjaga di instrumen emas. Kerugian total yang dialami lebih kecil dengan melakukan
diversifikasi dana investasi.

Fyi, dana investasi yang kalian sebarkan tidak selalu dapat mengurangi risiko kerugian, tapi cara ini
dapat membuat imbal hasil yang didapatkan lebih optimal. Cara ini tidak hanya dapat diterapkan di
investasi saham loh, bisa juga di seluruh aset investasi yang tersedia di pasar, seperti investasi di pasar
keuangan selain deposito (obligasi, sukuk, saham dll), properti atau emas. Harapannya, jika ada jenis
investasi yang nilainya sedang menurun, investasi lain tidak ikut menurun atau bahkan nilainya naik.
Diversifikasi juga bisa dicontohkan jika kalian menaruh seluruh dana investasi dalam deposito di
beberapa bank. Sebenarnya kalian sudah melakukan diversifikasi di bank-bank berbeda tapi belum
melakukan penyebaran di jenis aset lain. Hal ini menghasilkan peluang kerugian total semakin kecil
(jika ada bank yang ditutup), namun potensi imbal hasil dalam jangka panjang kurang baik, karena
tidak ada instrumen lain yang memberikan imbal hasil lebih baik dari deposito.

Walau diversifikasi tujuan utamanya mengurangi risiko, namun meminimalisir risiko akan berdampak
pada imbal hasil yang lebih rendah. Padahal, berdasarkan kerangka investasi, imbal hasil yang rendah
akan mengakibatkan modal investasi yang dibutuhkan tinggi. Oleh karenanya, perlu dicapai suatu
komposisi yang optimal, yaitu kondisi saat imbal hasil yang diharapkan masih “berimbang” dengan
risiko yang bisa diterima, karena kita ingin fokus ke pencapaian tujuan investasi kita.

Untuk mencapai tujuan utama berinvestasi, kalimat “jangan taruh semua telur dalam satu keranjang”
jangan selalu diartikan untuk mengurangi risiko, tapi lebih kepada keharusan untuk mencari keranjang
investasi lain yang memiliki imbal hasil paling tidak – bisa mengalahkan inflasi dalam jangka panjang.
Kalian yang ingin bersentuhan dengan investasi, harus memahami konsep risiko, sanggup mengelola
dan menerima risiko. Jika hal – hal itu diterapkan, maka imbal hasil yang diterima akan meningkatkan
peluang agar tujuan investasi kita bisa tercapai.

Investasi selalu mengandung risiko, tapi yang lebih berisiko adalah jika kita tidak berinvestasi untuk
masa depan kita.

#No pain – no gain.

Related posts

Investasi Reksa Dana Bulanan ditemani Fund Fact Sheet!

admin

Apakah Risiko Reksa Dana Selalu Sama?

admin

5 Kebiasaan Yang Bisa Bikin Keuangan Bermasalah

admin

2 comments

Leave a Comment