Artikel & Tips Tips

Evaluasi Investasi di Akhir Tahun, Perlukah?

Selamat tahun baru 2019!

Semoga di tahun ini segalanya menjadi lebih baik lagi bagi kita semua. Jika akhir tahun 2018 merupakan momen evaluasi investasi, maka semestinya hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan penyusunan rencana investasi di 2019. Istilah resolusi sudah semakin populer, terlebih pada kalangan muda di kota-kota besar. Maknanya adalah: apa tujuan yang ingin diraih dan bagaimana rencana aksi yang akan dilakukan. Lalu, apa resolusi kita dalam hal keuangan dan investasi untuk tahun 2019 ini? Untuk menjawab pertanyaan di atas, terlebih dahulu kita akan melakukan evaluasi, lalu mulai merencanakan investasi, dan membahas cara monitoring investasi agar dapat dievaluasi lagi di akhir tahun.

  1. Apa saja yang harus dilakukan saat mengevaluasi investasi?

    Sebagian dari kita mungkin sudah pernah melakukan evaluasi investasi. Namun, banyak yang masih kebingungan dengan proses atau hasil evaluasi yang dilakukan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah karena sejak awal tidak merencanakan tujuan berinvestasi secara khusus. Maka dari itu, menentukan tujuan menjadi bagian penting dalam berinvestasi.

    Pada umumnya, evaluasi adalah proses membandingkan rencana dan realisasi. Rencana investasi dapat berupa simulasi investasi. Evaluasi investasi bisa dilakukan terhadap total perolehan dana antara simulasi dan realisasi. Misalnya, kita memiliki target dana investasi senilai Rp 500 juta di tahun 2018. Namun, setelah dilakukan evaluasi pada akhir tahun, ternyata realisasi dana yang terkumpul baru Rp 450 juta. Kita perlu mencari tahu penyebab tidak tercapainya target dana itu. Dalam kasus diatas, ada dua kemungkinan penyebabnya. Pertama, realisasi imbal hasil investasi (return on investment) dari alokasi dan instrumen yang dipilih tidak sesuai dengan imbal hasil yang digunakan dalam rencana. Kedua, komitmen dana investasi bulanan (cicilan investasi) yang tidak terpenuhi, misalnya karena dana terpakai untuk kebutuhan mendesak, yang tiba-tiba dan tidak dianggarkan sebelumnya. Dengan mengetahui deviasi antara rencana dan realisasi, maka perlu penyesuaian atau perubahan rencana investasi untuk jangka waktu investasi yang tersisa, sesuai dengan hasil evaluasi di atas. Misalnya, dengan mengubah portofolio investasi (aset alokasi dan/atau instrumen investasi), atau meningkatkan besaran cicilan investasi berkala agar tujuan investasi yang direncanakan masih bisa tercapai dalam sisa waktu “jatuh tempo” kebutuhan yang direncanakan.

     

  2. Setelah dievaluasi, saatnya melakukan perencanaan investasi!

    Sebelum membuat rencana investasi, mengubah paradigma berinvestasi mungkin menjadiresolusi yang penting dilakukan di tahun ini, khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan perencanaan investasi secara spesifik, yang dananya belum tersedia.Berinvestasi pada dasarnya adalah suatu proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Jadi, beda ya antara menabung dan berinvestasi… Menabung umumnya dikaitkan dengan menyisihkan sebagian penghasilan kita, yang terkadang belum diketahui untuk apa dana tersebut akan digunakan. Disinilah pentingnya menetapkan tujuan dan melakukan perencanaan sebelum berinvestasi. Jika berinvestasi disertai dengan tujuan spesifik, maka dalam perencanaan investasi kita sudah bisa membuat rencana “perjalanan” pertumbuhan dana dan hasil investasi dari tahun ke tahun. Salah satu tujuan investasi paling penting yang sering dilalaikan adalah mempersiapkan dana pensiun. Di Indonesia, kabarnya 9 dari 10 orang tidak siap pensiun.* Artinya, dari 100 orang penduduk Indonesia, hanya 10 yang mempersiapkan dana pensiun. Sementara 90 orang lainnya tidak atau belum merasa penting mempersiapkan dana pensiun secara pribadi. Merencanakan dan memulai investasi secara berkala (mencicil investasi) untuk persiapan pensiun, atau untuk tujuan lain dalam hidup yang kita anggap penting dan menjadi prioritas mungkin bisa menjadi salah satu resolusi penting kita di tahun ini. Makin awal investasi dimulai dan makin panjang jangka waktu bagi kita untuk mencicil investasi secara berkala, maka akan semakin ringan dana yang harus disisihkan.

    Setelah memiliki tujuan spesifik, kita tentu membutuhkan penjabaran yang lebih rinci, antara lain: besaran dana yang ditargetkan, jangka waktu investasi, asumsi imbal hasil investasi, tingkat risiko dan aspek lainnya. Jadi, rencana bisa menjadi aksi yang dijalankan, karena tanpa aksi, rencana tidak ubahnya mimpi di siang bolong. Adanya tujuan dan rencana akan sangat memudahkan untuk menentukan aksi yang jelas.

  3. Pentingnya memonitor investasi kita!

    Melakukan kegiatan investasi bukanlah kegiatan satu waktu, melainkan kegiatan yang berkelanjutan dengan berbagai perubahan di dalamnya. Perubahan bisa terjadi karena faktor eksternal (kinerja pasar investasi) atau faktor internal (dana investasi berkala yang terganggu), seperti diuraikan di awal. Di sinilah pentingnya melakukan monitoring sepanjang perioda jangka waktu secara terus-menerus agar kita bisa mengawal perjalanan investasi selamat sampai tujuan.

    berkelanjutan dengan berbagai perubahan di dalamnya. Perubahan bisa terjadi karena faktor eksternal (kinerja pasar investasi) atau faktor internal (dana investasi berkala yang terganggu), seperti diuraikan di awal. Di sinilah pentingnya melakukan monitoring sepanjang perioda jangka waktu secara terus-menerus agar kita bisa mengawal perjalanan investasi selamat sampai tujuan. Melakukan perencanaan investasi, menyusun rencana aksi, memonitor dan mengevaluasi antara rencana dan realisasi terlihat begitu rumit. Namun, dengan perkembangan teknologi digital, semua itu bisa kita lakukan melalui genggaman. Halofina adalah contoh aplikasi yang membantu dan memudahkan kita melakukan hal-hal di atas. Dengan kemudahan tersebut, hasil evaluasi investasi pada tahun 2018 bisa dilanjutkan dengan membuat resolusi yang lebih fokus untuk meraih impian masa depan yang diinginkan.

Jadi, sudah siap membuat resolusi investasi di tahun 2019? Atau masih bingung? Jika masih terasa sulit untuk memulai untuk berinvestasi, kita bisa memulai dengan membuat impian masa depan yang ingin dicapai. Selanjutnya, coba investasi semudah menabung dengan Halofina untuk mencapai impian. Semoga resolusi kita di tahun 2019 dapat tercapai!

“If you fail to plan, you plan to fail.” – Benjamin Franklin

 

(Kerjasama dengan Halofina)

 

Sumber: Djumena, E. 2011. 9 Dari 10 Orang Belum Siap Pensiun di https://ekonomi.kompas.com/read/2011/03/28/11285253/9.dari.10.%20Orang.Belum.Siap.Pensiun (Diakses pada 21 Januari 2019)

Related posts

Memahami Laporan Keuangan Reksa Dana!

admin

Pahami Toleransi Risiko Investasimu!

admin

5 Kebiasaan Yang Bisa Bikin Keuangan Bermasalah

admin

Leave a Comment