Artikel & Tips

Apakah Risiko Reksa Dana Selalu Sama?

Kamu pasti tau kalau semua investasi mengandung risiko. Hal yang berbeda dari setiap jenis investasi itu intensitas risiko. Nah, investor perlu paham nih sebesar apa risiko investasi yang akan dihadapi, ngga terbatas juga di investasi reksa dana.

Risiko yang paling ditakuti sebenernya kerugian, bisa terjadi karena fluktuasi atau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih/Unit Penyertaan (NAB/Unit) dari reksa dana. Kalau lihat prospektus reksa dana, risiko kerugian ditandai berkurangnya NAB/Unit. Sebagai contoh, kamu beli reksa dana di Rp 500.000 per unit (NAB/unit). Di tengah jalan, kamu ‘terpaksa’ menjualnya di harga Rp 450.000 per unit. Disini kamu mengalami kerugian 10 % atau sebesar Rp 50.000 per unit. Sebetulnya, kerugian itu baru disebut unrealized loss atau “kerugian di atas kertas” jika kamu tidak menjualnya. Nah, jika reksa dana nya kamu jual, itu jadi kerugian yang nyata. Ini sebuah contoh saat toleransi risiko seorang investor diuji, apakah sanggup bertahan untuk ngga realisasikan kerugian pada tingkat kerugian tertentu sambil berharap nilai reksa dana akan naik kembali dalam beberapa waktu ke depan.

Jadi, apa risiko reksa dana selalu sama? Ngga loh. Setiap jenis reksa dana punya risiko fluktuasi NAB/Unit yang berbeda. Potensi risiko kerugian yang paling rendah dimiliki reksa dana pasar uang dan terproteksi, karena pergerakan NAB/Unit relatif stabil atau fluktuasinya rendah. Untuk tingkatan risiko yang lebih tinggi ada di reksa dana pendapatan tetap dan campuran. Bagaimana dengan potensi risiko kerugian paling tinggi? Yup, risiko tertinggi ada di reksa dana saham yang pergerakan NAB/Unit nya berfluktuasi cukup tajam.

Asal muasal muncul kerugian saat berinvestasi reksa dana itu ada dua sebab. Pertama, gagal bayar. Contohnya, di reksa dana pasar uang, perusahaan penerbit efek gagal bayar. Kedua, karena fluktuasi harga instrumen investasi reksa dana. Misalnya, di reksa dana saham terjadi naik turun harga saham yang sangat berfluktuatif setiap harinya dilihat dari perubahan NAB/Unit reksa dana saham. Atau, di reksa dana pendapatan tetap, muncul potensi risiko kerugian karena fluktuasi harga obligasinya.

Setelah tahu risiko – risiko setiap reksa dana yang berbeda, apa yang harus kamu perhatiin sebagai calon investor?

Bagi kamu yang berinvestasi reksa dana pasar uang dan obligasi, pelajari dan telaah dulu penerbit surat utangnya. Kalau di reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham, kamu pahami dulu konsep kerugian belum nyata (unrealized loss), tapi ngga terbatas untuk reksa dana pasar uang juga ya karena fluktuasi harga tetep ada walau intensitas lebih rendah dibanding yang lain. Dengan harapan, kamu bisa sabar menunggu perkembangan pasar supaya jadi lebih baik biar memanen keuntungan, bukan kerugian yang selama ini ditakutkan.

 

( kerja sama dengan halofina )

Related posts

5 Kebiasaan Yang Bisa Bikin Keuangan Bermasalah

admin

Pahami Toleransi Risiko Investasimu!

admin

Investasi Reksa Dana Bulanan ditemani Fund Fact Sheet!

admin

Leave a Comment